Mengapa orang senang berpura-pura?



Pemikiran terlahir jam 2 malam, 1 agustus 2019

Mengapa orang senang berpura-pura?
Berpura-pura senang padahal tidak senang.
Berpura-pura suka padahal tidak suka.
Berpura-pura Bahagia padahal  sedang tidak Bahagia.

Berapa harga dari sebuah kejujuran?
Kadang aku sendiri juga senang berpura-pura. Berpura-pura baik-baik saja padahal sedang tidak baik-baik saja. Aku selalu merasa bahwa terkadang harga dari kejujuran adalah kekecewaan.
Ketika aku merasa sendirian. Merasa benar-benar sendirian. Tidak tahu harus berbuat apa. Terjaga tiap malam. Menonton Netflix berjam-jam. Bahkan semua yang kulakukan hanyalah sebagai pelarian.

Saat itu aku sadar, bahwa aku juga senang berpura-pura.
Sekarang aku mengerti mengapa orang-orang senang berpura-pura. Ada sebuah nilai yang harus di tukar ketika kita berkata jujur. Nilai itu adalah kekecewan. Tidak banyak orang yang mneyukai kejujuran. Tidak banyak. Terlebih lagi jika kejujuran itu terasa menyakitkan bagi seseorang.

Kadang aku juga berpikir. Kita berpura-pura hanya karna takut dinilai oleh orang-orang yang bahkan kita sendiri tidak mengenalnya baik. Jika demikian kita telah berhasil membuat mereka Bahagia. Dan sekarang yang harus kita menegerti, apakah hidup kita hanya untuk membuat mereka Bahagia?
ingat kawan, hidupmu bukan milik mereka. Hidupmu milik dirimu sendiri. Maka buatlah dirimu Bahagia.

Hidup bagaikan panggung teater, ada yang memakai topeng dan ada yang tidak.
Jadi apakah kamu memakai topeng?



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berani tidak istimewa itu baik.

Menemukan Mu - Puisi