Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Menjadi Dewasa yang Membosankan? - Pemikiran

Gambar
          Sejak kecil kita selalu di jejali dengan banyak hal. Pada waktu kecil dulu kita salalu ingin tahu apa yang orang-orang dewasa lakukan. Banyak pertanyaan yang terlontarkan dari mulut kita, tak jarang juga kita tidak puas dengan jawaban dari orang-orang dewasa itu.       Dulu, saat adik pertamaku baru lahir. Aku pernah bertanya pada ibuku, dari mana adikku itu keluar?. Lantas dengan mudah ibuku menjawab "adik mu keluar dari mulut." aku hanya diam dan mengiyakan. Tak berapa lama pertanyaan muncul lagi, apakah lubang mulut muat untuk keluar adikku itu?. Ibuku hanya tersenyum kemudian menjawab "saat keluar adikmu itu tidak segini" sambil melihat kearah bayi yang baru datang kedunia itu. "karna adikmu terkena angin makanya bisa kaya gini." jawab ibuku dengan tersenyum. Aku hanya diam dan mengamini. Dalam benakku, pertanyaan itu masih berkeliaran.  "Menjadi anak kecil adalah kesenangan terhebat yang tidak pernah bisa di u...

Tempat Sampah Yang Di Sebut Kelas - Pemikiran

Gambar
Tempat Sampah Yang Di Sebut Kelas Apakah kalian pernah melangkah meninggalkan kenyamanan yang telah lama kalian miliki. Meninggalkan setiap suka duka dari banyak rangkaian cerita yang pernah ada disemesta yang tanpa tersadar aku, kau dan dia telah di takdirkan menjalani kenyamanan bersama. Saat waktu memaksa mengakhiri perjumpaan pada bagian-bagian kebahagian. Entah mengapa aku terpaku, hanya berfikir bahwa takdir yang tak adil baru saja menyeretku pada kekosongan dalam kehampaan yang nyata. Aku dikoyak-koyak sepi Tempat Sampah Yang Disebut Kelas       Dulunya ada paksaan saat masuk kedalamnya yang setelah ku tahu bahwa itu tempat sampah berada. Ruangan bising itu menyembunyikan sekat-sekat mimpi yang amat luar biasa meski bukan dalam kias namun sulit menggambarkan suasana yang hampir tiap saat berubah. Yang pada hakikatnya orang-orang di dalamnya berasal dari pribadi yang berbeda. Banyak yang  aneh  sedikit yang  serius. Pada pergantian waktu ...

Menemukan Mu - Puisi

Menemukanmu Dunia punya cara sendiri untuk membuatmu tertawa Melupakan segala luka yang pernah ada Sungguh ia mampu membuat mu bahagia Meski tak mudah ia akan terus mencobanya Sebelum hujan datang menyadarkanmu Membuatmu menepi pada duniamu Menghentikan tiap langkahmu Namun tenanglah ia akan datang untukmu Pada akhirnya bagian terbaik akan tiba Segalanya hanya untuk yang istimewa Hanya untuk pemilik senyum terindah Memang tak keliru, kaulah orangnya Putarkan lagu terbaik yang pernah ada Hayati setiap makna yang tersirat didalamnya Cinta abadi selalu pada tempatnya Dan tersenyumlah karna kau telah menemukannya Karya : Excel Muhadzdzib Kelana

Hujan dan Cinta - Puisi

Gambar
Aku sadar hidup bukan hanya soal cinta-cintaan, namun aku selalu terlena dengan perangai hebatnya. Tatkala rintik hujan yang mulai berjatuhan selaras dengan hatiku yang jatuh dipelukanmu. Kau selalu membuatku terkesima oleh sesuatu hal yang sederhana namun terasa sempurna. Bak elektron yang saling beradu seperti itulah rasaku saat melihatmu. Kau mewarnai duniaku yang hitam putih dan menghiasinya dengan dengan mawar yang wangi. Namun, aku padamu tak lebih dari sebuah imaji yang realitanya tak mungkin terjadi. Hujan mengajarkanku jatuh hati Meski hanya sebatas ilusi. Karya : Excel Muhadzdzib Kelena

Cinta Dalam Diam - Puisi

Gambar
Bukankah cinta itu bahagia?  Tersenyum,  tertawa dan salah tingkah  Mengapa yang ini berbeda Apakah ini benar-benar cinta?  Cinta bukanlah soal kepemilikan  Melainkan soal prinsip dan keyakinan Ada rasa yang tak dapat  di jelaskan Merasuk jiwa dan kadang membuat gila Sungguh indah Cinta dalam diri yang tenang Sehangat lembayung di sore hari Aku ingin cinta menemani diri yang sepi Namun sayang  Cinta dalam diam adalah luka yang hakiki Terbunuh rasa cemburu dalam hati yang perih Aku yang bodoh nan pengecut ini Memilih diam dan membunuh rasa berani Sejatinya cinta takan menyatu jika tidak ada yang menyatakan.  Maka izinkan aku menyimpannya sendiri.  Karya : Excel Muhadzdzib Kelana

How To Love? - Cerpen

Gambar
Title: How To Love Genre: romance, comedy Rate: 17+ Penilis : Riska Primayanti & Excel Muhadzdzib Kelana       Pagi selalu membuat setiap orang terkesima dan mentari selalu punya cara sendiri untuk menyapa milyaran makhluk dibumi. Namun, pagi juga mendatangkan kisah-kisah yang baru yang tidak bisa di tebak oleh siapapu. Seperti kisah empat mahasiswa ini.          “sebuah sihir, dipagi hari aku masih bisa melihat salah satu keindahan sang ratu malam, Bintang yang bercahaya lebih indah dari apapun” rayuan seorang Edward yang sukar dihindari merujuk ke salah satu gadis yang sedang duduk ditempat favorit dikampus. Tak heran pria yang mengambil jurusan olah raga ini mendapat julukan sebagai bucin dan si raja gombal karena prilakunya suka merayu cewe disetiap sudut belahan bumi ini namun selalu takut untuk menghadapi pacarnya. “dasar bucin, masih pagi kaya gini udah ngegembel!” dengus Cee yang berada tepat disebelah Bintang...